Laporkan Penyalahgunaan

Label Categories

Popular Posts

Langsung ke konten utama

Liburan Asyik Jadi Fotografe

Liburan Asyik Jadi Fotografer

    Hallo... guys... ini tulisan pertamaku di blogger hehehe. So, kalau ada kalimat / kata-kata yang kurang pas atau kurang berkenan aku siap menerima kritik dan saran.
    Disini aku mau berbagi pengalaman satu tahun yang lalu saat ikut Progam Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Salah satu progam dari Kementerian Pendidikan adalah BBM. *Upss bukan Bahan Bakar Minyak yaa, tapi Belajar Bersama Maestro. Apa sih BBM itu? Belajar Bersama Maestro adalah sebuah progam beasiswa yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai sarana untuk melestarikan budaya, sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda sebagi bentuk pendidikan karakter. Progam ini juga bekerjasama dengan beberapa maestro tersohor disetiap bidang kebudayaan dan kesenian. Pesertanya adalah 300 pelajar kelas X dan XI dari seluruh Indonesia. 

    Jadi tahunlalu kurang lebih 17.000 pelajar dari seluruh Indonesia mendaftar diprogam ini. Lalu diseleksi, ada dua tahap seleksi yaitu seleksi adminitrasi yang berkaitan dengan berkas-berkas dan data diri. Nah, apabila ditahap ini lolos dilanjutkan Seleksi Tahap dua yaitu seleksi kompetensi, untuk seleksi kompetensi pada tahun kemarin syaratnya menguploud Video bertema "Aku dan Seni"maksimal berdurasi 2 menit dan Esai "Aku dan Seni" mininal 1000kata. 
    
 Aku mengirimkan video tentang diriku dan seni yang kuminati adalah fotografi. Awal mula aku bisa ikut event ini karena salah satu temanku juga lolos pada progam ini tahun 2018 *hai Gilang. Terus aku mulai mencari tahu apasih event BBM itu. Dalam hati, saya menyakinkan diri tahun depan saya harus mengikuti progam ini. Tahun 2019 aku melihat di Instagram Kemendikbud telah dibuka pendaftaran BBM. Dari situ aku mulai mempersiapkan berkas-berkas. Nah kalau gak salah, aku nunggu satu bulan pengumuman peserta yang lolos. Disitulah rasa pesimisku datang, bener-bener pesimis banget. Karena dari Video profile yang ku kirim terbilang biasa saja karena cuman rekam pakai hape dan aku tidak punya gear fotografi sama sekali kecuali hape. Sedangkan teman-temen yang lain bener-bener bagus banget mereka niat sekali bikin video pakai drone dsb. Dan juga maestro fotografi yang kupilih saat itu Pak Fendi Siregar dengan peserta pendaftar terbanyak. Menjadikan rasa pesimis semakin menjadi. Dengan do'aorang tua, teman- teman, dan restu ibu. pada bulan Juni namaku masuk pada daftar peserta yang lolos dengan maestro yang kuinginkan. Waktu itu pengumamnnya pas sahur bertepatan dengan Nuzulul Qur'an 17 Ramadhan. Alhamdulillah, rasanya bener-bener campur aduk sampai gak bisa tidur padahal besoknya harus UAS. 

    Aku dapat info yang lolos seleksi tahap kedua itu ada sekitar 2663 pendaftar dan masih diseleksi lagi menjadi 300 pelajar. Progam ini dilaksanakan saat libur akhir semester, so pasti gak ganggu jam pelajaran. Bulan Juli selama 14 hari. Kami 300 pelajar dikumpulkan menjadi satu di Senayan Jakarta untuk pembekalan sebelum mengikuti kegiatan bersama maestro masing-masing. Ohyaaa total ada 20 maestro seni yang mengajar 15 peserta didik. Ada maestro tari, maestro musik, maestro seni media, maestro pertunjukan. Jadi kita dikumpulkan berdasarkan maestro, nah maestroku ini bertempat tinggal di Jakarta. Jadi, selama 14 hari aku dan 14 teman-temanku tinggal dirumah beliau. Kami diajari berbagai cara, teknik, kepekaan, dalam fotografi. Kami juga diajak hunting foto mengelilingi Jakarta dan Banten. Fyi, progam ini gratististis.. hehe... tidak pungut biaya sama sekali. ibaratnya malah kita yang dibayarin guys... tapi harus tetap ingat tujuan kita untuk belajar dan mengali bakat minat bersama maestro.




Komentar